Kamis, 31 Maret 2011

latihan Spektro

sebelum asistensi praktikum Biokimia Analitik, biasanya diselenggarakan latihan praktikum. kenapa? ya biar ngerti apa yang dilakukan dan pas ditanya praktikan saat praktikum selanjutnya, asisten bisa njawab dengan PD.
kemarin kami latihan praktikum acara II "Spektrofotometri"
Spektrofotometri adalah teknik pengukuran konsentrasi senyawa berdasarkan pengukuran absorbansi atau transmisi sinar yang melewati senyawa tersebut. itu kata buku petunjuk praktikum, huehehehehe...
dasar dari spektro sebenarnya perbandingan sinar awal yang dilewatkan pada senyawa dengan sinar sesudah lewat (lewat tu bahasa gaulnya "transmisi"). logikanya, kalo kita nggunain senter yang kacanya kita butekin pake tepung terigu, pastinya pancaran sinarnya melemah. makin banyak tepung terigu yang dipake buat mbutekin, makin lemah sinarnya kan? nah, prinsipnya lumayan mirip, cuma kalo di spektro "makin tinggi konsentrasi senyawa dalam cairan, makin sedikit cahaya yang lewat, makin besar daya absorbansi (gara2 banyak partikel yang ngalangin cahaya buat lewat)". spektro hanya bisa ngukur senyawa yang ada di dalam larutan, jadi kalo mau ngukur konsentrasi pasir dalam larutan, sebaiknya cari dulu cairan yang bisa ngelarutin pasir...

wadah cairan untuk spektro, namanya kuvet. kenapa namanya kuvet? saya g tau, tapi lumayan keren to, daripada pake cangkir. kuvet harus bening, jadi biasanya dibuat dari kaca atau glass tidak berwarna. cairan dimasukin ke dalam kuvet lalu kuvet dimasukin ke dalam alat spektro. inget, sebelum dimasukin, bagian luar kuvet harus dilap sampe bersih biar pengukurannya akurat. anda2 g mau kan kalo tiba2 konsentrasi larutannya jadi 1000 gara2 ada sidik jari di kuvet.

untuk analisis di lab Biokimia biasanya digunakan larutan gula reduksi. kemarin saya ma Dian kebagian mbikin larutan standar gula reduksi, yang lain dapet tugas analisis sampel. untuk analisis gula reduksi kita perlu suatu standar untuk menentukan absorbansi, kenapa hayo....? karena kita pake metode Nelson Somogyi kali ya... :p
kata mbak Dito (koordinator asisten) dari kemarin praktikum spektro hasilnya aneh2, jadi kita diminta untuk hati2 dalam membuat larutan. saat mulai diukur, semua berdebar2....



pertama larutan standarnya dulu.... dimasukin kuvet..



huwehh... tidak berhasiiillll... nilai yang terukur aneh2.. langsung dieliminasi ma bu Yekti..


selanjutnya sampel pertama oleh pak Refli, awalnya bagus jadi senyum2 beliau.. awas ya..

tapi toh gugur juga, nilainya juga aneh, get ouutttt....

selanjutnya pak Elvi, manyunnnn...


soalnya nilai absorbansi sampelnya minus.. semua langsung kecewa dan cepat2 naik ke Falitma lantai 3. di sana ada alat spektro yang lumayan keren juga dan asiknya, bisa langsung masuk beberapa kuvet jadi waktu tidak terbuang untuk ngeluarmasukin kuvet satu2..



tapi ternyata hasilnya sama ajjjaaahhh... langsung dieliminasi lagi ma bu Yekti.. get out get ouuuttt...


daripada stress, maem wae lahh...

nyamm... nyaammmm....



biz tu baru kita tau kalo sampelnya terkontaminasi.. begitu juga dengan reagennya..
pantesssss..........

Tidak ada komentar:

Posting Komentar