Senin, 13 Juni 2011

God Bless You All!

sepanjang minggu lalu saya habiskan dengan mendedikasikan diri kepada Yang Mulia Dosen Pembimbing dengan mengerjakan Tugas Sucinya di Kuil Agung Lab Genetika dan melakukan Road to the East buat ngambil Foto Suci di Kuil Agung Pemuliaan di Pertanian... hhhh... apa siy yang saya tulis niiiiiiiii.... (>o<)\

sebenarnya saya mau cerita tentang aktivitas bulan Mei yang indah..karena kit alias "satu set bahan kerja" belum datang, selama bulan Mei lalu pekerjaan di lab lumayan ringan (seringan gajah). saya uda mulai inokulasi virus ke tanaman lain yang g cuma menyebabkan tanaman itu memperlihatkan gejala virus, mereka bahkan mati dengan sukses karena dikerjai saya yang masih sangat sangat sangaaaattt AMATIR.. semua tembakau saya mati, padahal dapetnya aja uda setengah mati. satu tembakau sisa yang saya reinokulasi (karena gejala virus belum kelihatan setelah inokulasi pertama) hari Jumat, mati dengan gaya spektakuler waktu mau saya amati hari Senin. seluruh daun menghitam seperti dibakar plus terkulai patah tulang ke satu arah.. oh no.. dan seperti yang sudah saya kira, saya langsung dimarahi habis-habisan. sekalian aja pak, saya dihabisi, biar saya g usah ngerasain hidup susah kayak gini. makan ada, baju ada, t4 tinggal ada, uang ada, tapi kok ya hidupnya susah kayak romusha jaman penjajahan dulu...
bagi yang belum pernah liat tembakau, liat lah ini...

melon yang susah2 dibawa dari Klaten juga meninggal dunia dengan perlahan.. mereka meninggalkan saya satu demi satu, g kayak tembakau yang matinya borongan. minggu ini satu mati terbakar, minggu depan satu mati layu, minggu depannya lagi mati kering. saya g tau ada apa dengan melon-melon ini, seakan mereka mengkhianati saya. mereka sudah liat bagaimana saya dimarahi ketika tembakau sudah RIP semua, mestinya mereka g mati duonk... apa mereka g kasian liat saya.. ato jangan2 emang sengaja mati..? g ada hari tanpa dimarahi. marahnya pun bervariasi, lewat sindiran, bentakan, bahkan dengan layangan tinju kosong yang hampir nabrak wajah saya yang amat sangat cantikk.. (kalo situ g trima, keluar dari blog iniii!!!) via sms, telepon, berhadapan langsung ato bahkan lewat tatapan ekor mata uda saya trima, kurang apalagi siy pakk.... (0_0)
kenapa saya curiga sama melon? yah, liat aja wajahnya.. kayaknya mereka emang sengaja mati...

tomat saya juga mati satu demi satu... untungnya mereka mati sesaat menjelang pengamatan selesai. tidak apa-apalah, mungkin mereka sedikit kasihan melihat saya mengais2 tanah saat mau memindahkan mereka dari polybag mini n ditanam ke dalam pot. seandainya s-2 itu kerjanya cuma mengais2 tanah kayak begini, saya pasti lulus dengan titel SUMMA CUM LAUDE, secara saya uda ahli banget mengais2..
kind-hearted tomato


sekarang di lab tinggal cabe saya yang berdiri dengan gagahnya. tiga individu itu masih santai menjalani hidup di rak besi bermandikan cahaya matahari di bagian timur lab. tiap pagi saya datang nyapa dan mereka cuma diam aja sambil nunjukin ekspresi judes, maklum... pedes soalnya.. (apa hubungannya?? lawakan garing..)
my strong chilli... long live chilliii!!!

sembari kerja rodi, saya juga menunggu tembakau yang saya tanam kemarin sampai berumur 1 bulan. melon juga saya kecambahkan di lab lalu dipindah ke greenhouse untuk hidup lebih baik (mirip iklan apa ya ini...?). sekarang mereka masih kecil mungil tidak berdaya... nanti kalo sudah besar langsung saya timpakan bencana... dan kalo mereka mati, saya deh yang kena bencana...

marilah kita berdoa agar mereka semua yang mati gara2 saya untuk dapat diterima di sisi-Nya.. dan untuk tanaman2 baru, God bless you all... janganlah mati karena saya, cukup perlihatkan gejala virusnya saja (T_T)\

Tidak ada komentar:

Posting Komentar