Kamis, 26 Juli 2012

Jepang Dataaaanggg!!!!

oke, sekarang sudah bulan Juli (uda tau, kan blog ada tanggalnya..) dan sudah masuk bulan puasaaaaa...(g tau kan?). kemarin (kemarinnya orang Jawa, jadi sudah sekitar 1 minggu yang lalu) saya dan teman2 tak berpenghasilan (aka dosen luar biasa) lain dipanggil oleh BuDe, disuru ngadep ke fakultas. oh oh oh...ada apa gerangan? kata Mama, "Oh, mungkin kalian mau dikasi tunjangan hari raya..." yang segera saya bantah, "tunjangan sehari-hari aja g ada, palagi hari raya!!!" Mama pun diam tapi mungkin dalam hatinya agak dendam karena pas buka puasa, semua menu cuma masakan kemarin yang dipanaskan. OH....
sampe kampus, setelah disuru nunggu sebentar yang ternyata meluas menjadi satu setengah jam, kami pun berdiskusi di ruang rapat. ngomong2, di rapat hadir juga PaDe 1 yang merupakan papa dari teman tercinta saya, Melit (ah, dunia bagai daun keloooorrrr...syalalalalalaaa) dan kami pun ngobrol2 dengan g akrabnya. saya tau pasti para pembaca sangat tidak sudi untuk mengetahui jalannya rapat itu jadi ya intinya tu kami mo disuruh. iyah, disuruh... Hampir saja terlontar kalimat, "Ada duitnya ga?" dari mulut saya tapi untunglah semua itu dapat saya tahan. terima kasih pada Tuhan yang Maha Esa karena atas ijin-Nya, kita semua dapat meneruskan rapat itu tanpa saya ditendang keluar.
jadi cerita BuDe, ada peneliti dari Jepang yang akan datang untuk meneliti jenis ikan (yang katanya, saya juga ga tau kalo ikan itu) endemik di Gorontalo. beliau bakal datang 26 September dan kamu diharapkan dapat menemani hari-hari beliau berburu spesimen untuk diteliti. saya jadi berpikir, kenapa si Jepang g jalan aja sendiri, toh dia uda besar, bisa ngomong dan bertanya pada orang2 sekitar, dan bisa berbahasa Inggris. ada apa? kenapa dia harus kami temani? kenapa kenapa kenapa... bergema dalam relung jiwa... yang tentu saja tidak saya lontarkan atas ijin Tuhan. yah, tentu saja dia bisa jalan sendiri tapi alangkah lebih baik kalo kita temani, biar cepat sampai tujuan. beberapa hari kemudian, saya membaca surat dari si Jepang yang diterima oleh fakultas. ternyata beliau mau meneliti jenis ikan tertentu sebagai inti dari penelitiannya sedangkan ikan endemik tadi, itu jadi no. 2 dari 3 hal yang dituliskan ingin ia teliti. saya pun manggut2 di depan Sayaka-san yang menjelaskan keinginan si Jepang. eh, tunggu, Sayaka-san kan juga orang Jepang ya... jadi Sayaka-san nanti kata penggantinya adalah si nona Jepang. yak, lebih baik begitu...
ngomong2 tentang nona Jepang 2, sepertinya ada yang ember kalo saya bisa bahasa Jepang, jadi dia membombardir saya dengan kalimat2 yang sumpah, saya udah lupa dan sebagian saya g tahu artinya. setelah menjawab pendek2, nona pun paham kalo saya bego dan syukur pada Tuhan dia mulai ngomong bahasa Inggris. Sayaka-san, cut me some slack will you.. uda 50 tahun yang lalu saya belajar bahasa itu jadi, tolong yah...... (tunggu, tunggu..jadi umur saya sekarang berapa sih?)
demikianlah, semua personil eager untuk menyiapkan segala sesuatu buat si Jepang padahal saya pengen bilang, "puasa... puasaaa..." sungguh puasa itu bikin orang menjadi lemas dan tak berdaya. hampir semua tenaga dicurahkan untuk beribadah (baca: taraweh yang lama dan ngaji ber'ain2 buat ngejar nuzulul qur'an) jadi kalo saya mo disuru untuk menyiapkan segala sesuatu, saya... saya... apa ya... (Males??) oh jangan bilang males, saya tidak malas, saya hanya menyimpan energi. saya hanya kurang antusias. rekan2 lain tampaknya lebih antusias jadi saya serahkan semua pada kalian ya?

ngomong2, ada hal yang menjengkelkan saat bersua dengan Sayaka-san. di ruang itu ada 3 orang lain dari antah berantah yang g pernah hadir di rapat tapi tiba2 aja nongol di ruangan itu dan dua di antaranya petatang peteteng kayak yang punya kantor. kebetulan waktu tu saya datang bareng pak Z (bapak apanya!! cuma setahun di atas saya juga). kami ditanya2 penelitian pas tesis tu tentang apa. pas kami sebut, dua orang tu ngomong, "loh, trus apa hubungannya donk, sama penelitiannya sensei (si Jepang). virus (saya) tu kan jauh banget ma ikan. ntar kalo (saya) ditanya pas korespondensi malah g bisa jawab"
saya mangkel dalam hati, "yah, kalo sensei mo neliti DNA, saya bisa kok. saya kerja di lab uda lama (rasanya hidup saya selama s2 habis di lab itu)." kalo tentang ikan ya memang saya g tahu. tapi analisis DNA kan relatif sama untuk semua...
"oh, oh, kami ni terus terang bukan dari Biologi, jadi kami g paham tentang yang gitu2. apa ga ada yang lain yang lebih paham soal ikan endemik?"
ibu yang satu yang kayaknya uda diinformasikan papa Melisa mengiyakan, "dia bisa kok. nanti kalo sensei nanya, bisalah mereka nanya orang lain yang lebih tau trus diinformasikan ke sensei. atau orang lain tu diajak juga, ikut field tripnya."
ya ya ya... kalo emang g paham, mulut juga jangan dibuka seenaknya kali yaaa... masa uda ga paham, underestimate pulakk. untung kalian lebih tua yaaaaa... kalo ga... (yah ga gimana2, emang saya berani apa, ngomong sembarangan ke orang yang baru saya temui pertama kali. OH, baik hati (baca: penakut) banget saya ni...)
tapi yah, ini kan kesan pertama (yang akan membekas di hati selamanya) jadi mungkin pertemuan lebih lanjut bakal ada perkembangan ke arah yang lebih baik (kayak.... slogan partai??). Jadi bersiaaaappp.. anggaplah orang yang underestimate pada orang lain g ada di dunia ini kecuali pas mereka nawarin makanan, siapkan saja diri (diri aja ya? ga laen2?), dengan meminjam seruan Markonah, temen s2 saya, saat kunjungan mahasiswa Shizuoka Univ ke Perta UGM, "Jepang Dataaanggg..."


setelah saya baca2, blog kalo ini jueleeeekkkk bangettt... buat yang mbaca smpe kalimat akhir, saya ucapkan selamat yah, Anda sudah menjadi orang yang sabar menghadapi cobaan...
tambahan, sensei mengirimkan jurnal ikan yang dia teliti, tertarik? ini link-nya open access lo...

Jumat, 08 Juni 2012

Baca Dong......

Padahal saya sudah janji kalo saya bakal lebih rajin mengisi blog ini tapi apa daya... manusia emang g bisa dipercaya.. saya pun g pernah percaya pada manusia lain yang berjanji, secara diri saya sendiri aja g bisa saya percaya, apalagi orang lain. ehhhh... ngomong apa sih....

karena sudah hampir genap setahun saya tidak menulis blog, sekarang saya mau bicara apa juga saya g tau (atau mungkin lebih tepatnya g peduli? jadi buat apa saya nulis? ya jelas buat menghabiskan waktu lah... saking g ada kerjaannya, kasian.. sebenarnya kerjaan banyak tapi males.. hay, sampai kapan mau nulis penjelasan di dalam kuruuunggg??). Oh baeklah... apa kita harus membahas tentang yang serius, berbau penelitian, atau yang santai, bicara kehidupan yang indah, atau kerisauan akan pemerintahan jaman sekarang (kayak saya peduli gitu???? emang kalo saya peduli, ntu para koruptor bakal sadar diri?? nah nah, lagi-lagi ngelantur di dalam kurung..), atau tentang yang remeh-remeh kayak, apa yang terjadi kalo saya menghapus kata "saya" di tiap artikel yang saya muat (g ada yang terjadi, semua baik2 saja tanpa saya!!).

setelah saya liat2 dari data statistik artikel2 dalam blog, ternyata banyak yang mengunjungi artikel latihan spektro, membuat saya berdecak kasihan.... mereka pasti googling tentang spektrofotometri dan karena artikel saya diberi tag "spektrofotometri", artikelnya pasti muncul di hasil googling. mereka kemudian menemukan artikel saya, bersabar membaca sampai habis, dan pada akhirnya mengetahui bahwa artikel itu hanya sebuah artikel g mutu yang penuh dengan hal2 yang g berhubungan dengan spektro sembari mengutuk saya. pantas saya sakit kepala sekarang..... (apa? apa hubungannya? apa? apa? apa??). untuk itu saya minta maaf yah pemirsaaaa... (mulai sakit jiwa)

ngomong2, karena sudah hampir setahun berlalu, apa yang saya lakukan sekarang? pastinya g ada yang mau tau dong.... untuk itu lebih baik saya jelaskan, biar Anda2 yang g penasaran bisa terpuaskan rasa g ingin tahu-tempenya.. saya sekarang sudah lulus s2. lulus beneran! g pake sogok apalagi pake uang pelicin, karena memang uangnya g ada. mau makan aja susah, apalagi mau nyogok... tapi biarlah, tak usah kita teruskan kisah yang sangat tidak mendebarkan ini, biar Anda2 makin g penasaran jadi Anda2 pasti tidak bakal menantikan kisah aka artikel saya selanjutnya. ohh... saya jadi semangat lagi untuk menulis blog biar Anda2 tau kalo saya sangat menantikan kunjungan Anda yang mungkin memang lebih sering salah alamat. biarlah... artikel ini akan saya kasih alamat palsu aka tag yang tidak berhubungan dengan isi artikel sama sekali... biar Anda berkunjung ke blog yang sangat tidak menyenangkan ini... syalalalalalalalala....

Senin, 13 Juni 2011

God Bless You All!

sepanjang minggu lalu saya habiskan dengan mendedikasikan diri kepada Yang Mulia Dosen Pembimbing dengan mengerjakan Tugas Sucinya di Kuil Agung Lab Genetika dan melakukan Road to the East buat ngambil Foto Suci di Kuil Agung Pemuliaan di Pertanian... hhhh... apa siy yang saya tulis niiiiiiiii.... (>o<)\

sebenarnya saya mau cerita tentang aktivitas bulan Mei yang indah..karena kit alias "satu set bahan kerja" belum datang, selama bulan Mei lalu pekerjaan di lab lumayan ringan (seringan gajah). saya uda mulai inokulasi virus ke tanaman lain yang g cuma menyebabkan tanaman itu memperlihatkan gejala virus, mereka bahkan mati dengan sukses karena dikerjai saya yang masih sangat sangat sangaaaattt AMATIR.. semua tembakau saya mati, padahal dapetnya aja uda setengah mati. satu tembakau sisa yang saya reinokulasi (karena gejala virus belum kelihatan setelah inokulasi pertama) hari Jumat, mati dengan gaya spektakuler waktu mau saya amati hari Senin. seluruh daun menghitam seperti dibakar plus terkulai patah tulang ke satu arah.. oh no.. dan seperti yang sudah saya kira, saya langsung dimarahi habis-habisan. sekalian aja pak, saya dihabisi, biar saya g usah ngerasain hidup susah kayak gini. makan ada, baju ada, t4 tinggal ada, uang ada, tapi kok ya hidupnya susah kayak romusha jaman penjajahan dulu...
bagi yang belum pernah liat tembakau, liat lah ini...

melon yang susah2 dibawa dari Klaten juga meninggal dunia dengan perlahan.. mereka meninggalkan saya satu demi satu, g kayak tembakau yang matinya borongan. minggu ini satu mati terbakar, minggu depan satu mati layu, minggu depannya lagi mati kering. saya g tau ada apa dengan melon-melon ini, seakan mereka mengkhianati saya. mereka sudah liat bagaimana saya dimarahi ketika tembakau sudah RIP semua, mestinya mereka g mati duonk... apa mereka g kasian liat saya.. ato jangan2 emang sengaja mati..? g ada hari tanpa dimarahi. marahnya pun bervariasi, lewat sindiran, bentakan, bahkan dengan layangan tinju kosong yang hampir nabrak wajah saya yang amat sangat cantikk.. (kalo situ g trima, keluar dari blog iniii!!!) via sms, telepon, berhadapan langsung ato bahkan lewat tatapan ekor mata uda saya trima, kurang apalagi siy pakk.... (0_0)
kenapa saya curiga sama melon? yah, liat aja wajahnya.. kayaknya mereka emang sengaja mati...

tomat saya juga mati satu demi satu... untungnya mereka mati sesaat menjelang pengamatan selesai. tidak apa-apalah, mungkin mereka sedikit kasihan melihat saya mengais2 tanah saat mau memindahkan mereka dari polybag mini n ditanam ke dalam pot. seandainya s-2 itu kerjanya cuma mengais2 tanah kayak begini, saya pasti lulus dengan titel SUMMA CUM LAUDE, secara saya uda ahli banget mengais2..
kind-hearted tomato


sekarang di lab tinggal cabe saya yang berdiri dengan gagahnya. tiga individu itu masih santai menjalani hidup di rak besi bermandikan cahaya matahari di bagian timur lab. tiap pagi saya datang nyapa dan mereka cuma diam aja sambil nunjukin ekspresi judes, maklum... pedes soalnya.. (apa hubungannya?? lawakan garing..)
my strong chilli... long live chilliii!!!

sembari kerja rodi, saya juga menunggu tembakau yang saya tanam kemarin sampai berumur 1 bulan. melon juga saya kecambahkan di lab lalu dipindah ke greenhouse untuk hidup lebih baik (mirip iklan apa ya ini...?). sekarang mereka masih kecil mungil tidak berdaya... nanti kalo sudah besar langsung saya timpakan bencana... dan kalo mereka mati, saya deh yang kena bencana...

marilah kita berdoa agar mereka semua yang mati gara2 saya untuk dapat diterima di sisi-Nya.. dan untuk tanaman2 baru, God bless you all... janganlah mati karena saya, cukup perlihatkan gejala virusnya saja (T_T)\

Minggu, 05 Juni 2011

Solo- Lelah Hati Lelah Bok*ng

beberapa hari yang lalu --yang bahkan saya g yakin kalo benar itu beberapa hari ato minggu, temen saya Dewi Ita mengantarkan undangan pernikahannya. kabar pernikahan siy emang uda lama saya dengar, tanggalnya juga saya uda tau, tapi pas disodorin undangan di depan hidung y tetap berseru "waahhhh... wueeehhhh..." dsb dst dkk dll dibarengi anak2 Lab Genetika yang semuanya centil.

berdasarkan undangan yang lengkap dengan petanya (baru di sini ini saya nemu undangan pake2 peta segala.. keren juga yak) pas hari H yaitu hari ini (tanggal 5 Juni kan ya...?) kami bertolak, g pake praoo tapi pake motor menuju Karanganyar, tempat pesta berlangsung. karena perjalanan jauh, jadi g mungkinlah kami datang pake baju pesta, kebaya2an, gaun berbahan satin ato blus berenda2, ntar nyangkut di bis Jogja-Solo yang sering nyalip dengan ganas di Jalan Solo. alhasil kami semua cuma pake baju seadanya (yang kalo dipikir2, kok punya saya norak banget yak? blus merah berkilap2 orrreennjiii ma pita berbentuk bunga2 dari bahu sampe abdomen padahal yang lain cuma pake batik T_T) ma celana jeans (g sopaaannnnn...!!) sebagai baju kondangan.

di sepanjang jalan Jogja-Solo, saya komat-kamit g ada hentinya ngutuk orang yang korupsi duit perbaikan jalan. ntu jalan macem manaaaa.... jelek sejelek2nya jalan, tapi lebih jelek jalan menuju Paguyaman di daerah saya si..hehehe.. jalannya lubang2, naek turun g jelas, bergelombang, dan ada yang setengah diaspal setengah g...belum pengguna jalan yang kayak uda kebelet aja semua. g mobil g motor g bis g truk, semuanya pengen klaksoooonnnn aja.. g cukup dengan semua itu, temen saya yang jadi pemandu jalan, seneng banget masuk jalan kecil yang banyak bumping jumping swirling, pokoknya kek naik arung jeram cuma bedanya ni pake motor Mio. mungkin temen saya dengan sukarela ngajak kami mengendarai di jalan yang banyak variasi biar g bosan, bikin saya jadi terharu banget... sampe pengen jitakkk. uda gitu sering lupa ngasi lampu sign lagi..dikira kita ni orang Solo apa...\(>o<#)

setelah 2kali kelewatan rumah yang jadi t4 acara gara2 capek sampe g bisa liat janur kuningnya, akhirnya ni bokong bisa selamat juga dari jok motor maut yang bikin kram bokong. gimana g kram, 2jam perjalanan gettooo.. sebelum masuk, kami ngaca2 dulu smbil baikin wajah yang kayaknya biar dibaik2in ya tetap aja kayak gitu. si pemandu yang awalnya pake sendal, ganti ma sepatu. temen saya yang lain, ngganti sepatunya ma sepatu hak tinggi. saya...cuma ngelap wajah pake tisu trus terkagum2 dengan hitamnya hasil sekaan wajah..wawww..sehitam aspal pemirsa...

pas masuk, kami semua cuma dikasih suvenir, padahal di meja tu saya liat ada kue ma minuman (teh panas di hari yang super panas, bagooossss....). saya mikir, kok kami g dikasih y? di tempat saya, biasanya nulis buku tamu sembari ngambil suvenir ma minum maem kecil. ternyata baru pas uda duduk, kami dianterin minum ma kue. saya mikir "rempong ye..." kan lebih gampang kalo uda dikasih pas di depan tadi. abis duduk 10 menitan gitu, datanglah entah sop entah soto yang ditaro dalam piring, dibagi2in ma tamu. saya jadi "whatt??? uda jauh banget datang sini cuma dikasi sotoosooooppppp??" --ehh.. dan kenapa ditaro di piring c? g d mangkok bu...?-- kata temen2, itu cuma pembukaan, ntar baru maem utama. hati jadi agak lega... g sampe 15 menit setelah tu sotosop abis, datanglah hidangan utama yang bikin saya takjub ma orang Jawa... nasi ma lauk yang uda diporsi dalam piring, dibagi2 ma panitia acara. lauknya, porsinya, tampilannya sederhana (menurut saya lo ya..)
saya yang biasanya prasmanan, dikasih dalam porsi2an gini
saya yang biasanya ngambil apa yang saya suka, dikasih paket fixed kayak gini
saya yang biasanya ngeliatin orang berebut lauk di meja, ngeliat suasana damai di sini
semua makan, tertib, g ada yang minta porsi lebih (maluuuu...), g ada yang komplain tentang menunya (damaiiii....), g ada yang g kebagian.. hmmmm...enak si, tapi kami ni anak2 kos jadi kalo porsinya segini y g cukuplah, hahahahahaha...
setelah menu utama, datanglah es buah yang bagai oasis di padang pasir. rasanya pengen ngancem mamasnya yang bertugas mbagi2in es buah, mau minta 3 porsi lagi... panas euy.. belum lagi panas hati karena dengar temen saya treak2, "Dewi Ita udaahhhh... gw kapaaaannn...??" gini2 kan saya juga perempuan, y pasti pengen nikah juga..tapi g usa kayak neriakin suara hati saya di sudut situ dunk /(>o<)\ dia bahkan belum punya pacar, ngapain dia panas hati. saya ni lo yang mestinya panassss... welehh..jadi emosi sendiri,wkwkwkwk.. :p

walau dengan berat hati membatalkan rencana pengancaman mamase--dan rencana penyumpalan mulut temen saya yang terus2an teriak "gw kapppaannn..???", kami akhirnya pulang juga. belum sejam kami duduk di pesta ntu, uda harus menipiskan bokong lagi menuju Jogja kembali T_T
setelah ngasi2 selamat, kami pasang lagi onderdil buat ber-arungjeram, jaket, slayer, kaus tangan n kaki dipasang semua di diri. 2 jam kembali dilalui dengan motor sampe serasa ni bokong uda tiada... klo ada yang nyanyi "kram otak kram otak" saya juga nih mo nyanyi "kram bokong kram bokong!!!"

Sabtu, 09 April 2011

Shopping as a Sport

tanggal 2 April saya bertolak ke Jakarta dengan Lion Air. lumayanlah dapet tiket promo dengan harga 273 ribu. banyak teman yang bilang "naik kereta aja Yennn.." karena harganya relatif sama dengan pesawat tapi dengan dasar "saya mabukan" dan "pergi sendiri, ngapain lama2 di jalan?" akhirnya saya naik pesawat sajjaahh...

tujuan ke Jakarta sebenarnya untuk bersua dengan teman saya sejak SMP yang akan ikut dengan suaminya ke Jepang dan teman SMA saya yang tinggal di Bogor. karena sesama gadis, acara reunian ini tentu dibarengi dengan shopping, ohohoho..

di Bogor yang banyak banget angkotnya dan sangat tidak manusiawi cara a'a nyopirinnya, saya tetep aja semangat untuk jalan2. berhubung Zahra (yang di Bogor) masih kuliah, alhasil acara jalan2nya harus mengikuti jadwal lowongnya. dalam 1 hari saya ngunjungin mall kecil yang entah apa namanya, mall yang relatif besar yang entah apa juga namanya, Elos (klo g salah EkaLosari apa y....), Terminal Tas, dll dsb dst... pas jalan2, asiiikkk ajaa ngeliat2 barang, makanan, baju, dll.. pas sampe rumah baru deh terasa ntu kaki kayak abis marathon. sebenernya hal ini bisa jadi penelitian tersendiri, "Shopping = Doing Sport" (ya Tuhannn.. semoga beratku bener2 turunnnn...)

walopun shoppingnya sendiri memang menghabiskan tenaga, naek angkot di Bogor kayaknya adalah hal yang paling ngabisin energi. belum klo si a'a ngetem, hadduuuhhh... serasa pengen tereakkk.." aaaaaaaaa... jalan napeeee.." panas euy.. untuk ke Jakarta nemuin temen saya Melisa yang mo ke Jepang, saya naek KRL yang sampe sekarang saya cuma tau kepanjangan huruf pertamanya, ahaha... pertama kali naik KRL, saya ma Zahra bareng mo ketemu Melisa ma Sahrul (suaminya Melisa. ngomong2, kami semua teman 1 SMA) rencana turun di Depok. karena sepanjang jalan cuma ngobral ngobrol tentang segala sesuatu yang g penting akhirnya kami baru sadar klo Depok uda lewat dan pintu uda ditutup karena penumpang dari Pocin uda naik n kereta mau terus ke Gondangdia. hhaaaayyyy... Pakuan Express g nurunin penumpang di stasiun habis Pocin, jadinya kami nurut aja ke Gondangdia n beli tiket balik ke Pocin. di Pocin kami dijemput ma teman SMA kami yang kuliah di UI, namanya Mumi (aneh ya, aneh ya?? tambah panjang ni crita, tambah banyak tokoh2nya dan semua teman SMA saya, ahahahaha..) trus ketemu Melisa di Margocity. enaknya tu mall, besaaaaaaaarrrrrrrr... trus lagi sale, ahahaha..
tapi karena belum ada mood untuk belanja, kami tunda belanjanya.
besoknya saya ke Depok sendiri, biar kata pusing, tulisan nama2 stasiun ttep aja dibaca paksa. kalo saya keterusan, bisa nangis di jalan saya, g tau cara baliknya (padahal mah, gampang banget yak? he...) anehnya ntu orang yang ngasi2 pengumuman dalam kreta, g bisa pa y, ngasi tau kalo kita tu uda smpe di stasiun apa?? aneh... emang smua orang di dunia ini uda ngapalin urutan stasiunnya. itu petugasnya juga serem2, lebih2 satpam ceweknya, uda kayak tukang pukul... seyeeemmmm.. karena takut banget kelewatan, saya minta tolong mbak2 di sebelah buat ngasi tau kalo uda smpe Depok. Alhamdulillah, ntu mbak juga turun di Depok ternyata... makasi y mbak.. dapet pahala banyak deh, uda nolongin orang penakut kayak saya ni...

di Depok saya dijemput ma Melisa n Sahrul, langsung pergi ke Margo lagi (tau gitu kan turunnya di Pocin aja ya....?) maem Solaria (Sahrul ngidam banget maem di Solaria, g tau kenapa..kebanyakan maem ramen di Jepang kali ya?). energi shopping uda ada, kami pergi ke Fame n Famous yang ada di arah ITC situ. tepatnya di mana? mana saya tau, saya cuma ngikut aja, huehehehehe.. katanya c FO ini lumayan bagus n murah, tapi habis diliat2, kok kayaknya Mirota Kampus di Jogja lebih murah ya.. hehe.. kaos biasanya 50 ke atas. ada yang bahkan 75 smpe 85ribu padahal di Mirota, kaos yang kualitasnya bagus n tebal tu biasanya 25-40ribu. keberatan c keberatan, tapi gpplah sekali2 beli yang mahal. ntar duitnya diganti ma hun2 saya, ohohoho... saya ma Melisa muter2 nyari baju buat pasangan2 kami, gonta ganti nyoba, nanya2 (Mel, tanyain ma suamimu dunk klo ini pas buat hun2 aku.. kan dia tau ukurannya --ngomong2, pacar saya juga teman SMA kami semua, ahahahaha.. sempitnya dunia iniiiii..).

setelah baju cowok, kami ngubek2 t4 cewek. bajunya gimana yak... aneh2 mengerikan sehingga saya pikir, saya belinya di Bogor sajalah.. tapi kami b2 tetep aja ngubek2 meski uda tau g bakal beli sementara Sahrul uda duduk dengan gaya mengenaskan dan wajah memprihatinkan saking capeknya.
"Kok duduk mulu, Rul?" tanya saya.
"Capekkk...kaki kalian g sakit apa, jalan2 dari tadi?"
"G tuhh," saya ma Mel kompak banget.

karena kasian liat Sahrul (ahahaha.. kasian kasian kasian..) kami ke carefour di mall yang saya lupa namanya apa (g informatif ya blog ini..). di sana, pasutri yang nemenin saya jalan2 ini membeli bumbu2.. buset dah.. ntu bumbu2 instan untuk bikin gule, sate, dll diborong sama mereka. beli ketumbar bubuk, bumbu pecel, kemiri.. hayahh.. kasian banget orang yang tinggal di Jepang yak, hidupnya hambar gara2 g ada bumbu.. karena uda setengah6, saya dijemput Mumi untuk diantar ke stasiun n pulang ke Bogor. niatnya mengantar, tapi liat muka saya memelas, akhirnya saya diantar ke Bogor sambil bersungut2, hahaha.. trimakasih ya say, kamu temanku yang paling baik seandainya kamu g ngomel2. ngomong2 tentang Mumi ini, dia teman saya sejak kelas 1SMP (dan dia baru ingat kemarin, sialannn...). kami masuk SMA yang sama, kuliah di kota yang sama, dan kerja di tempat yang sama sebelum akhirnya berpisah untuk ngambil s2 di kota yang berbeda. pertemanan kami uda jamuran saking lamanya..

smpe di rumah, kaki gempor... gimana g, dari j9 pagi smpe 7malam saya jalan terus tiada henti. naek KRL aja saya ma Mumi berdiri.. uh, kakiku... y Tuhan, mudah2an beratku beneran turun di sini..

Kamis, 31 Maret 2011

latihan Spektro

sebelum asistensi praktikum Biokimia Analitik, biasanya diselenggarakan latihan praktikum. kenapa? ya biar ngerti apa yang dilakukan dan pas ditanya praktikan saat praktikum selanjutnya, asisten bisa njawab dengan PD.
kemarin kami latihan praktikum acara II "Spektrofotometri"
Spektrofotometri adalah teknik pengukuran konsentrasi senyawa berdasarkan pengukuran absorbansi atau transmisi sinar yang melewati senyawa tersebut. itu kata buku petunjuk praktikum, huehehehehe...
dasar dari spektro sebenarnya perbandingan sinar awal yang dilewatkan pada senyawa dengan sinar sesudah lewat (lewat tu bahasa gaulnya "transmisi"). logikanya, kalo kita nggunain senter yang kacanya kita butekin pake tepung terigu, pastinya pancaran sinarnya melemah. makin banyak tepung terigu yang dipake buat mbutekin, makin lemah sinarnya kan? nah, prinsipnya lumayan mirip, cuma kalo di spektro "makin tinggi konsentrasi senyawa dalam cairan, makin sedikit cahaya yang lewat, makin besar daya absorbansi (gara2 banyak partikel yang ngalangin cahaya buat lewat)". spektro hanya bisa ngukur senyawa yang ada di dalam larutan, jadi kalo mau ngukur konsentrasi pasir dalam larutan, sebaiknya cari dulu cairan yang bisa ngelarutin pasir...

wadah cairan untuk spektro, namanya kuvet. kenapa namanya kuvet? saya g tau, tapi lumayan keren to, daripada pake cangkir. kuvet harus bening, jadi biasanya dibuat dari kaca atau glass tidak berwarna. cairan dimasukin ke dalam kuvet lalu kuvet dimasukin ke dalam alat spektro. inget, sebelum dimasukin, bagian luar kuvet harus dilap sampe bersih biar pengukurannya akurat. anda2 g mau kan kalo tiba2 konsentrasi larutannya jadi 1000 gara2 ada sidik jari di kuvet.

untuk analisis di lab Biokimia biasanya digunakan larutan gula reduksi. kemarin saya ma Dian kebagian mbikin larutan standar gula reduksi, yang lain dapet tugas analisis sampel. untuk analisis gula reduksi kita perlu suatu standar untuk menentukan absorbansi, kenapa hayo....? karena kita pake metode Nelson Somogyi kali ya... :p
kata mbak Dito (koordinator asisten) dari kemarin praktikum spektro hasilnya aneh2, jadi kita diminta untuk hati2 dalam membuat larutan. saat mulai diukur, semua berdebar2....



pertama larutan standarnya dulu.... dimasukin kuvet..



huwehh... tidak berhasiiillll... nilai yang terukur aneh2.. langsung dieliminasi ma bu Yekti..


selanjutnya sampel pertama oleh pak Refli, awalnya bagus jadi senyum2 beliau.. awas ya..

tapi toh gugur juga, nilainya juga aneh, get ouutttt....

selanjutnya pak Elvi, manyunnnn...


soalnya nilai absorbansi sampelnya minus.. semua langsung kecewa dan cepat2 naik ke Falitma lantai 3. di sana ada alat spektro yang lumayan keren juga dan asiknya, bisa langsung masuk beberapa kuvet jadi waktu tidak terbuang untuk ngeluarmasukin kuvet satu2..



tapi ternyata hasilnya sama ajjjaaahhh... langsung dieliminasi lagi ma bu Yekti.. get out get ouuuttt...


daripada stress, maem wae lahh...

nyamm... nyaammmm....



biz tu baru kita tau kalo sampelnya terkontaminasi.. begitu juga dengan reagennya..
pantesssss..........