Kamis, 26 Juli 2012

Jepang Dataaaanggg!!!!

oke, sekarang sudah bulan Juli (uda tau, kan blog ada tanggalnya..) dan sudah masuk bulan puasaaaaa...(g tau kan?). kemarin (kemarinnya orang Jawa, jadi sudah sekitar 1 minggu yang lalu) saya dan teman2 tak berpenghasilan (aka dosen luar biasa) lain dipanggil oleh BuDe, disuru ngadep ke fakultas. oh oh oh...ada apa gerangan? kata Mama, "Oh, mungkin kalian mau dikasi tunjangan hari raya..." yang segera saya bantah, "tunjangan sehari-hari aja g ada, palagi hari raya!!!" Mama pun diam tapi mungkin dalam hatinya agak dendam karena pas buka puasa, semua menu cuma masakan kemarin yang dipanaskan. OH....
sampe kampus, setelah disuru nunggu sebentar yang ternyata meluas menjadi satu setengah jam, kami pun berdiskusi di ruang rapat. ngomong2, di rapat hadir juga PaDe 1 yang merupakan papa dari teman tercinta saya, Melit (ah, dunia bagai daun keloooorrrr...syalalalalalaaa) dan kami pun ngobrol2 dengan g akrabnya. saya tau pasti para pembaca sangat tidak sudi untuk mengetahui jalannya rapat itu jadi ya intinya tu kami mo disuruh. iyah, disuruh... Hampir saja terlontar kalimat, "Ada duitnya ga?" dari mulut saya tapi untunglah semua itu dapat saya tahan. terima kasih pada Tuhan yang Maha Esa karena atas ijin-Nya, kita semua dapat meneruskan rapat itu tanpa saya ditendang keluar.
jadi cerita BuDe, ada peneliti dari Jepang yang akan datang untuk meneliti jenis ikan (yang katanya, saya juga ga tau kalo ikan itu) endemik di Gorontalo. beliau bakal datang 26 September dan kamu diharapkan dapat menemani hari-hari beliau berburu spesimen untuk diteliti. saya jadi berpikir, kenapa si Jepang g jalan aja sendiri, toh dia uda besar, bisa ngomong dan bertanya pada orang2 sekitar, dan bisa berbahasa Inggris. ada apa? kenapa dia harus kami temani? kenapa kenapa kenapa... bergema dalam relung jiwa... yang tentu saja tidak saya lontarkan atas ijin Tuhan. yah, tentu saja dia bisa jalan sendiri tapi alangkah lebih baik kalo kita temani, biar cepat sampai tujuan. beberapa hari kemudian, saya membaca surat dari si Jepang yang diterima oleh fakultas. ternyata beliau mau meneliti jenis ikan tertentu sebagai inti dari penelitiannya sedangkan ikan endemik tadi, itu jadi no. 2 dari 3 hal yang dituliskan ingin ia teliti. saya pun manggut2 di depan Sayaka-san yang menjelaskan keinginan si Jepang. eh, tunggu, Sayaka-san kan juga orang Jepang ya... jadi Sayaka-san nanti kata penggantinya adalah si nona Jepang. yak, lebih baik begitu...
ngomong2 tentang nona Jepang 2, sepertinya ada yang ember kalo saya bisa bahasa Jepang, jadi dia membombardir saya dengan kalimat2 yang sumpah, saya udah lupa dan sebagian saya g tahu artinya. setelah menjawab pendek2, nona pun paham kalo saya bego dan syukur pada Tuhan dia mulai ngomong bahasa Inggris. Sayaka-san, cut me some slack will you.. uda 50 tahun yang lalu saya belajar bahasa itu jadi, tolong yah...... (tunggu, tunggu..jadi umur saya sekarang berapa sih?)
demikianlah, semua personil eager untuk menyiapkan segala sesuatu buat si Jepang padahal saya pengen bilang, "puasa... puasaaa..." sungguh puasa itu bikin orang menjadi lemas dan tak berdaya. hampir semua tenaga dicurahkan untuk beribadah (baca: taraweh yang lama dan ngaji ber'ain2 buat ngejar nuzulul qur'an) jadi kalo saya mo disuru untuk menyiapkan segala sesuatu, saya... saya... apa ya... (Males??) oh jangan bilang males, saya tidak malas, saya hanya menyimpan energi. saya hanya kurang antusias. rekan2 lain tampaknya lebih antusias jadi saya serahkan semua pada kalian ya?

ngomong2, ada hal yang menjengkelkan saat bersua dengan Sayaka-san. di ruang itu ada 3 orang lain dari antah berantah yang g pernah hadir di rapat tapi tiba2 aja nongol di ruangan itu dan dua di antaranya petatang peteteng kayak yang punya kantor. kebetulan waktu tu saya datang bareng pak Z (bapak apanya!! cuma setahun di atas saya juga). kami ditanya2 penelitian pas tesis tu tentang apa. pas kami sebut, dua orang tu ngomong, "loh, trus apa hubungannya donk, sama penelitiannya sensei (si Jepang). virus (saya) tu kan jauh banget ma ikan. ntar kalo (saya) ditanya pas korespondensi malah g bisa jawab"
saya mangkel dalam hati, "yah, kalo sensei mo neliti DNA, saya bisa kok. saya kerja di lab uda lama (rasanya hidup saya selama s2 habis di lab itu)." kalo tentang ikan ya memang saya g tahu. tapi analisis DNA kan relatif sama untuk semua...
"oh, oh, kami ni terus terang bukan dari Biologi, jadi kami g paham tentang yang gitu2. apa ga ada yang lain yang lebih paham soal ikan endemik?"
ibu yang satu yang kayaknya uda diinformasikan papa Melisa mengiyakan, "dia bisa kok. nanti kalo sensei nanya, bisalah mereka nanya orang lain yang lebih tau trus diinformasikan ke sensei. atau orang lain tu diajak juga, ikut field tripnya."
ya ya ya... kalo emang g paham, mulut juga jangan dibuka seenaknya kali yaaa... masa uda ga paham, underestimate pulakk. untung kalian lebih tua yaaaaa... kalo ga... (yah ga gimana2, emang saya berani apa, ngomong sembarangan ke orang yang baru saya temui pertama kali. OH, baik hati (baca: penakut) banget saya ni...)
tapi yah, ini kan kesan pertama (yang akan membekas di hati selamanya) jadi mungkin pertemuan lebih lanjut bakal ada perkembangan ke arah yang lebih baik (kayak.... slogan partai??). Jadi bersiaaaappp.. anggaplah orang yang underestimate pada orang lain g ada di dunia ini kecuali pas mereka nawarin makanan, siapkan saja diri (diri aja ya? ga laen2?), dengan meminjam seruan Markonah, temen s2 saya, saat kunjungan mahasiswa Shizuoka Univ ke Perta UGM, "Jepang Dataaanggg..."


setelah saya baca2, blog kalo ini jueleeeekkkk bangettt... buat yang mbaca smpe kalimat akhir, saya ucapkan selamat yah, Anda sudah menjadi orang yang sabar menghadapi cobaan...
tambahan, sensei mengirimkan jurnal ikan yang dia teliti, tertarik? ini link-nya open access lo...

Jumat, 08 Juni 2012

Baca Dong......

Padahal saya sudah janji kalo saya bakal lebih rajin mengisi blog ini tapi apa daya... manusia emang g bisa dipercaya.. saya pun g pernah percaya pada manusia lain yang berjanji, secara diri saya sendiri aja g bisa saya percaya, apalagi orang lain. ehhhh... ngomong apa sih....

karena sudah hampir genap setahun saya tidak menulis blog, sekarang saya mau bicara apa juga saya g tau (atau mungkin lebih tepatnya g peduli? jadi buat apa saya nulis? ya jelas buat menghabiskan waktu lah... saking g ada kerjaannya, kasian.. sebenarnya kerjaan banyak tapi males.. hay, sampai kapan mau nulis penjelasan di dalam kuruuunggg??). Oh baeklah... apa kita harus membahas tentang yang serius, berbau penelitian, atau yang santai, bicara kehidupan yang indah, atau kerisauan akan pemerintahan jaman sekarang (kayak saya peduli gitu???? emang kalo saya peduli, ntu para koruptor bakal sadar diri?? nah nah, lagi-lagi ngelantur di dalam kurung..), atau tentang yang remeh-remeh kayak, apa yang terjadi kalo saya menghapus kata "saya" di tiap artikel yang saya muat (g ada yang terjadi, semua baik2 saja tanpa saya!!).

setelah saya liat2 dari data statistik artikel2 dalam blog, ternyata banyak yang mengunjungi artikel latihan spektro, membuat saya berdecak kasihan.... mereka pasti googling tentang spektrofotometri dan karena artikel saya diberi tag "spektrofotometri", artikelnya pasti muncul di hasil googling. mereka kemudian menemukan artikel saya, bersabar membaca sampai habis, dan pada akhirnya mengetahui bahwa artikel itu hanya sebuah artikel g mutu yang penuh dengan hal2 yang g berhubungan dengan spektro sembari mengutuk saya. pantas saya sakit kepala sekarang..... (apa? apa hubungannya? apa? apa? apa??). untuk itu saya minta maaf yah pemirsaaaa... (mulai sakit jiwa)

ngomong2, karena sudah hampir setahun berlalu, apa yang saya lakukan sekarang? pastinya g ada yang mau tau dong.... untuk itu lebih baik saya jelaskan, biar Anda2 yang g penasaran bisa terpuaskan rasa g ingin tahu-tempenya.. saya sekarang sudah lulus s2. lulus beneran! g pake sogok apalagi pake uang pelicin, karena memang uangnya g ada. mau makan aja susah, apalagi mau nyogok... tapi biarlah, tak usah kita teruskan kisah yang sangat tidak mendebarkan ini, biar Anda2 makin g penasaran jadi Anda2 pasti tidak bakal menantikan kisah aka artikel saya selanjutnya. ohh... saya jadi semangat lagi untuk menulis blog biar Anda2 tau kalo saya sangat menantikan kunjungan Anda yang mungkin memang lebih sering salah alamat. biarlah... artikel ini akan saya kasih alamat palsu aka tag yang tidak berhubungan dengan isi artikel sama sekali... biar Anda berkunjung ke blog yang sangat tidak menyenangkan ini... syalalalalalalalala....