Minggu, 20 Maret 2011

10 alasan untuk tidak menjadi scientist -part1-

kemarin baru baca artikel menarik

10 Reasons NOT to be a Scientist

yup, kita mulai saja, yang pertama :

1. Egos. Science attracts some straaaange people – and you have to work with them.
ego. sains menarik bagi sejumlah orang yg terbilang aneh - dan (mau g mau ni ya...) kamu harus bekerja bersama mereka.

mikir2.... ada betulnya juga yak.. lah itu orang di lab pada aneh semua. ada yang datang2 mbawa melon sekarung, cuma diambil bijinya trus buahnya dibuang (dibuang ke saya dan teman2, hehe..). ada juga yang desperate banget, mbawa tanaman pisang dari tanah kelahirannya di Ambon pake pesawat trus sampe di lab cuma digunting2 daunnya.
saya? ahh.. saya cuma mendaki gunung sama banci buat ngais2 tanah di puncak..
2. You can spend weeks, months even, trying to clone a gene, grow a strain or whatever and end up with zero results in the end. Bench work is surely one of the most frustrating jobs in the world.
kamu bisa ngabisin waktu berminggu2, atau bahkan berbulan2 cuma buat kloning gen, menumbuhkan strain (mikrobia) atau apapun yang ntar berakhir tanpa hasil. bench work (ngartiinnya gimana yak?) sungguh pekerjaan yang paling bikin frustasi di dunia.

mikir2 lagi... lalu teringat dengan virusku yang belum bisa teramplifikasi.. zero result, hikkksss..

3. Career Structure. Mainly if you work in academia I suppose. There are plenty of post-doc posts, but what about the next step?
karir. mestinya kebanyakan kerja di perguruan (beladiri apa?).. maksudnya kek universitas2 gitu.. banyak posisi lowong untuk post-doc, tapi ntar habis itu karir selanjutnya mo berkembang ke mana?

kalo ini siy, rada2 susah ngertinya.. secara saya belum kerja, ehehehehe.. tapi kalo kerjanya di dunia pendidikan ya emang susah berkembangnya. untungnya si cuma, g bakal ada penurunan jabatan. kan g ada tuh uda naik jadi dosen trus diturunin jadi dosen muda lagi..

4. Coming last at Trivial Pursuits. I don’t know about you, but I have spent so long with my head in science books that my general knowledge is terrible
paling g bisa pada hal2 yang biasa. saya (si penulis artikel) g tau tentang kalian, tapi saya terlalu banyak baca buku sains sampe2 hal2 umum aj g tau.

wah, si penulis sampe segitunya, saya kirimin RPUL aja kali ya.. ngomong2 masih inget RPUL g...? kalo g tau kepanjangannya, sama deh situ ma penulis.. --buka2 google sambil nyari kepanjangan RPUL, apa yakk.. rancangan...rencana..rangkumann.. rrrr....??--

5. Having to write grant proposals
harus nulis proposal hibah

secara nelitinya g gratis, mana ada orang kerja jadi scientist pake biaya sendiri (ada juga siy, tapi joinan..kalo kerja sendiri bisa mati tu orang sebelum dapet hasil). ehh, berarti dosen saya tu scientist sejati ye.. tiap hari kayaknya mbikin proposal sendiri plus nyuruh2 anak bimbingannya mbikin. di lab saya (sejak kapan saya punya?) hampir semua penelitian hibah. yang g dapat hibah biasanya joinan ma yang orang yang dapat dan masih dalam satu bimbingan dosen (atas saran pembimbing saya yang baik hati dan agak sombong)



tulisan ni saya bagi 2 aja deh, 5 berikutnya di posting selanjutnya yaww.. --buru2 ke lab mau ngecek bahan buat PCR--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar